
Kasus yang menarik untuk dibahas belakangan ini adalah kasus babe. Babe adalah nama panggilan seorang pria setengah baya yang terjerat hukum karena memutilasi anak jalanan kemudian melakukan kekerasan seksual pada korbannya. Kasus ini mencuat setelah jenazah salah satu anak korban mutilasi nya yang terakhir berhasil di-identifikasi polisi. Tanpa tedeng aling-aling, polisi pun segera melacak keberadaan Babe. Melalui pemeriksaan, Babe terbukti membunuh delapan orang anak yang semuanya laki-laki. Setelah dibunuh, Babe pun melampiaskan hasrat seksualnya pada jenazah korbannya. Sejak tahun 1998, empat diantaranya dimutilasi. Babe sendiri adalah “ayah jalanan” bagi anak-anak yang mencoba mencari rejeki dari jalanan. Ia sudah dianggap sebagai ayah yang menjadi tempat berlindung, sehingga banyak anak yang berlindung padanya. Maka, tak sulit baginya untuk melaksanakan maksud jahatnya. Kasus Babe mengingatkan kita pada kasus serupa yaitu Robot Gedek. Robot Gedek sendiri dijatuhi hukuman mati, namun ia keburu meninggal dalam tahanan di Nusa Kambangan sebelum hukuman mati sempat dilaksanakan. Akankah hal yang sama terjadi pada Babe?
“ Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.” Jelas sekali bunyi UU itu terekam di kepala. Namun, fakta menunjukkan, anak terlantar dipelihara oleh jalanan. Jadi jangan salahkan jalanan jika banyak anak yang berlindung padanya, karena jalanan memberikan mereka kehidupan. Jangan hanya bisa menangkap anak jalanan, kemudian didata dan mereka dikembalikan ke jalanan. Untuk apa data itu? Hanya untuk menunjukkan bahwa Bangsa Ini memiliki sekian ratus atau sekian ribu anak jalanan. Bangga.
Lebih jauh, KITA lah yang harus bertanggung jawab atas mereka. Semua unsur masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, lembaga agama dan pemerintah harus turut memberikan perhatian pada hal ini. Butuh berapa banyak Babe agar kita sadar? Keluarga, sebagai institusi terkecil dalam masyarakat haruslah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak agar mereka tidak lari ke jalanan. Fakta menyatakan, anak-anak yang ada dijalanan tidak semuanya berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan banyak dari antara mereka yang orang tuanya bekerja di perusahaan ternama. Kurang kasih sayanglah yang membuat mereka mencari ibu di jalan.
Setelah sedikit membaca artikel ini,
Langkah selanjutnya,, anda yang menentukan!







